Lebaran sudah lewat,, mudik pun sudah berlalu... Duh inginya aku mudik lagi bersama keluarga ke padang, sangat menyenangkan aja setelah jauh dari keluarga terus berkumpul lagi di hari besar idul fitri, membuatku merefreshing kan diri dari penat dan kesuntukanku selama kuliah. Aku jalan-jalan, dimasakin makanan-makanan enak sama nenek dan tante-tante, terus yang paling sangat amat menyenangkan lagi bisa pergi ke PANTAI!! Huhu, senangnya aku, pengen lagi deh ke pantai yang ada di padang. Belum cukup rasanya aku bermain-main ke pantai dan memotret banyak pantai dan pemandangan lainya disana, seandainya bapak presiden ngasih perpanjangan libur lebaran mungkin aku sudah menjelajahi semua pantai disana ya, hehe. Efek yang aku dapet dari pantai, kulitku menjadi agak hiteman, eksotis jadinya.. hehehe.
Lihat-lihatlah perjalanan mudiku... here's my photographs :D
Penuh, ramai dengan para pemudik yang akan mudik ke pulau sumatra. Aku sedang di merak, menunggu untuk naik ke kapal feri. Iseng-iseng karena sangat melelahkan menunggu berjam-jam di dalam mobil, aku memotret antrian mobil yang sangat panjang ini.

6 jam sudah berada di antrian itu! Bener-bener antrian terlama sepanjang aku mudik dari tahun-tahun yang lalu. Selama di mobil, aku hanya tidur-bangun-tidur-bangun dan merenung melihat antrian ini. Mobilku mendapat barisan antrian yang terlama dan tersulit untuk bisa masuk ke kapal ferinya. Bener-bener cobaan mem-btkan saat berpuasa. Sekitar 2 jam di dalam kapal, akhirnya sampai juga di bakaheuni... Petualangan dimulai, padang kami datang!

"Aku melewati daerah sumatra selatan, tepatnya difoto ini aku berada di lahat. Lihat puncak gunung itu, sangat unik. Seperti atap candi jika dilihat."
Sehari sebelum hari raya atau saat malam takbiran aku dan keluarga pergi ke daerah painan di padang. Bayanganku painan itu sepertinya dekat dengan kota padang, ternyata sangat jauuhhh...! Kita melewati bukit-bukit, melewati pelabuhan telukbayur, pantai bungus (sayangnya aku gk mampir ke bungus karena mengejar waktu ke painan, hehe). Sekitar 2 jam sampai di painan,, kota kecil yang dikelilingi laut dan banyak pantai-pantai keren disana. Aku pergi ke pantai cirocok, sebenarnya kalo sempet gk nyasar saat di bukit-bukit mau ke pantai mandeh (onde mandeh deh pantainya, karena susah banget dicari, hehe) aku mungkin bisa menjelajah pantai-pantai di painan lainnya seharian... Hemm, tapi serulah bisa ke cirocok dan pesta-pesta foto disana :)



Pantai cirocok punya banyak pulau yang bisa kita kunjungi. Salah satunya pulau penyu, tinggal menyebrang aja dengan menyewa kapal kecil. Tapi sayangnya aku gk bisa kesana karena orang yang punya kapalnya sedang libur :(
Mungkin kalo aku kesana lagi aku akan mengambil foto-foto di pulau penyu.
Mungkin kalo aku kesana lagi aku akan mengambil foto-foto di pulau penyu.

"3 gadis kecil menjaga loket untuk masuk ke pantai. Cuma 1500 kalo tidak salah tiket masuknya ;)"

"Bergaya ah di batu gede yang banyak karang-karang putih. Nyaris aja kecebur sewaktu aku mau nyebrang ke batu itu, untungnya cuma sendalku yang kecebur duluan..hehehe"

"Ojek, ojek! Ayo naik...! :)
Inilah ojek di painan, hanya saja ojek ini bisa memuat banyak orang..."
Sayangnya aku tidak sempat mengunjungi jembatan akar disana, karena keburu magrib dan mau berbuka puasa. Ah, lain kali kalo kesana lagi aku akan coba menyebrang di jembatan akar dan tentunya menjelajah pantai-pantai lainya....
Sewaktu mau balik ke kota, painan mulai mendung. Dan saat mau menuruni bukit kami diterpa hujan lebat dan angin kencang. Untung kami baik-baik aja, dan kami sampai juga di kota. Tetapi di kota sedang mati lampu, jalanan menjadi gelap dan dengan hujan yang gk henti-hentinya. Malam takbiran menjadi sepi, biasanya dari tahun ke tahun orang-orang akan memenuhi jalanan,, tidak ada bunyi-bunyi bedug dan bakar-bakar kembang api.
Sewaktu mau balik ke kota, painan mulai mendung. Dan saat mau menuruni bukit kami diterpa hujan lebat dan angin kencang. Untung kami baik-baik aja, dan kami sampai juga di kota. Tetapi di kota sedang mati lampu, jalanan menjadi gelap dan dengan hujan yang gk henti-hentinya. Malam takbiran menjadi sepi, biasanya dari tahun ke tahun orang-orang akan memenuhi jalanan,, tidak ada bunyi-bunyi bedug dan bakar-bakar kembang api.
Hari kedua lebaran, aku dan saudara-saudara mencari pantai 'tersembunyi'. Pantai itu pernah aku kunjungi saat liburan semester kemaren, aku menyebutnya 'alone beach', karena pantai itu tidak ada orang-orang yang bermain kesana, sangat bersih, dan bener-bener sepi.
Heaven of mine deh kalo pergi kesana. Bener-bener luar biasa keren banged! Serasa pantai ini milik kita sendiri. Aku pengen lagi kesana, dan bermain ombak laut. Sayangnya, sewaktu mau mencari jalan pintu masuk ke pantai itu aku bener-bener gk ingat untuk masuk ke daerahnya. Jadinya kami berjam-jam mencari dengan pressure dan penasaran,, sialnya kami tidak menemukan pintu masuknya! Ughh, greget deh rasanya, pengen nangis, hikshiks.... Aku jadi nyasar ke pantai lain, di daerah lubuk alung. Gara-gara salah jalan, aku jadinya nyasar ke pantai ketaping. Tidak apa-apa, bisa terbayarkan kok, hehe.

Ombaknya gede banget! Tapi seru untuk bermain-main ombak disana. Banyak kapal nelayan juga, tapi sumpah panas banged, matahari lagi terik-teriknya!

Tahukah anda? Jika suatu hari ke padang, tidak ada salahnya kamu mencoba naek angkutan angkot disana, karena ternyata angkot-angkotnya sangat up to date, gaya ala pimp my ride.. hehehe.

Kalo masuk didalemnya, rasain deh disko jedag jedug yang menggetarkan jantung kita. Si uda supir akan menghantarkan kita dengan lagu-lagunya yang sedang top 40 saat ini, kayak ungu, st12 bahkan kangen band menjadi top requestnya loh, hahaha. Banyak sekali loh angkot-angkot di padang yang modifikasinya mirip semua, mungkin mereka akan mengadakan race terbuka dijalanan padang kali yaa...



